Panduan Lengkap Cara Membuat Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian merupakan bagian penting dalam proses akuntansi suatu perusahaan. Jurnal ini digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang belum tercatat dalam buku besar dan untuk menyesuaikan saldo akun-akun agar mencerminkan kondisi keuangan yang sebenarnya. Dalam pembuatan jurnal penyesuaian, ada beberapa langkah yang perlu diikuti agar hasilnya akurat dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
Langkah pertama dalam membuat jurnal penyesuaian adalah mengidentifikasi transaksi-transaksi yang belum tercatat dalam buku besar. Ini bisa berupa pendapatan yang sudah diterima tetapi belum dicatat, atau biaya-biaya yang sudah dikeluarkan tetapi belum dicatat. Setelah transaksi-transaksi tersebut diidentifikasi, langkah berikutnya adalah menentukan akun-akun yang akan disesuaikan dan membuat entri jurnal untuk menyesuaikan saldo akun tersebut.
Salah satu contoh transaksi yang sering memerlukan jurnal penyesuaian adalah pendapatan yang diterima di muka. Misalnya, sebuah perusahaan menerima pembayaran di muka dari pelanggan untuk layanan yang akan diberikan di masa mendatang. Pendapatan ini belum seharusnya dicatat sebagai pendapatan karena layanan belum diberikan. Oleh karena itu, perlu dibuat entri jurnal untuk menyesuaikan saldo akun pendapatan yang sudah diterima di muka.
Referensi:
1. Weygandt, Jerry J., Donald E. Kieso, Paul D. Kimmel. 2019. Accounting Principles, 13th Edition. John Wiley & Sons.
2. Mulyadi. 2018. Akuntansi Biaya. Salemba Empat.
3. Warren, Carl S., James M. Reeve, Jonathan Duchac. 2018. Accounting, 27th Edition. Cengage Learning.
Dengan mengikuti panduan lengkap cara membuat jurnal penyesuaian, diharapkan perusahaan dapat menghasilkan laporan keuangan yang akurat dan dapat dipercaya. Jurnal penyesuaian merupakan langkah penting dalam proses akuntansi yang tidak boleh diabaikan.